Senin, 03 Juni 2013

THE OTHER SIDE OF LIFE


Abstrak
Komunikasi adalah hubungan kontak antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Manusia modern yaitu manusia yang cara berfikirnya tidak spekulatif tetapi berdasarkan logika dan rasional dalam melaksanakan segala kegiatan dan aktivitasnya. Kegiatan dan aktivitasnya itu akan terselenggara dengan baik melalui proses komunikasi antar manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dengan berbagai macam karakter manusia, salah satu objek yang akan penulis bahas yaitu seseorang yang menutup jati dirinya dengan mengutarakan sesuatu yang bukan jati dirinya yang sebenarnya.
Sehingga objek ini menciptakan fantasi tentang dirinya yang lain, dan biasanya objek memanipulasi lingkungan disekelilingnya, dalam berkomunikasi dan objek tersebut lebih senang dengan kehidupan yang dibuatnya dibandingkan kehidupan nyatanya.

Communication is the relationship between humans and the contact between both individuals and groups. In everyday life we realize it or not the communication is part of human life itself. Modern humans are humans that way berfikirnya not speculative but based on logic and rational in carrying out all the activities and activities. Events and activities that will be held properly through the process of human communication.
In everyday life we always interact with a variety of human character, one of the objects to be authors discuss the one who closes her identity by expressing something that is not his true self.
Object so that it creates a fantasy about him the other, and generally manipulate objects surrounding environment, to communicate so that the object is more than happy with the life he made compared to real life.
Object so that it creates a fantasy about him the other, and generally manipulate objects surrounding environment, to communicate so that the object is more than happy with the life he made compared to real life.

Kata Kunci : creating a fantasy about life

A.                PENDAHULUAN

Sepanjang waktu kita melakukan komunikasi. Tidak ada jalan untuk menghentikan proses komunikasi. Proses itu tidak hanya terjadi dikala kita menghendakinya, bahkan ada orang mengatakan diwaktu kita sendiripun kita melakukan komunikasi dengan diri kitan sendiri.
Komunikasi adalah hubungan kontak antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Manusia modern yaitu manusia yang cara berfikirnya tidak spekulatif tetapi berdasarkan logika dan rasional dalam melaksanakan segala kegiatan dan aktivitasnya. Kegiatan dan aktivitasnya itu akan terselenggara dengan baik melalui proses komunikasi antar manusia.
Pada artikel ini penulis mencoba menitip beratkan pada kasus komunikasi interpersonal terhadap seseorang yang menutup jati diri yang sebenarnya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap lingkungan tempat dia besosialisasi.
Untuk mengatasi permasalahan dia atas maka perlu dilakukna pembelajaran untuk mengetahui apa penyebab seseorang menutup jati dirinya.

B.                 PERMASALAHAN

Permasalahan dalam artikel ini adalah mengnai bagaimana berkomunikasi dengan seseorang yang menutup jati dirinya.

C.                PEMBAHASAN

1.                  Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi intrapribadi atau Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek.
Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif.
Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri pribadi ini.
Kesadaran pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (multiple selves).

2.                  Identitas diri yang berbeda

Identitas berbeda atau multiple selves adalah seseorang kala ia melakukan berbagai aktivitas, kepentingan, dan hubungan sosial. Ketika kita terlibat dalam komunikasi antarpribadi, kita memiliki dua diri dalam konsep diri kita.
·         Pertama persepsi mengenai diri kita, dan persepsi kita tentang persepsi orang lain terhadap kita (meta persepsi).
·         Identitas berbeda juga bisa dilihat kala kita memandang 'diri ideal' kita, yaitu saat bagian kala konsep diri memperlihatkan siapa diri kita 'sebenarnya' dan bagian lain memperlihatkan kita ingin 'menjadi apa' (idealisasi diri)
Contohnya saat orang gemuk berusaha untuk menjadi langsing untuk mencapai gambaran tentang dirinya yang ia idealkan.

3.                  Sulitnya seseorang yang menutup jati dirinya untuk berkomunikasi dengan orang lain

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berinteraksi dengan berbagai macam karakter manusia, salah satu objek yang akan penulis bahas yaitu seseorang yang menutup jati dirinya dengan mengutarakan sesuatu yang bukan jati dirinya yang sebenarnya.
Sehingga objek ini menciptakan fantasi tentang dirinya yang lain, dan biasanya objek memanipulasi lingkungan disekelilingnya dalam berkomunikasi, dan objek tersebut lebih senang dengan kehidupan yang dibuatnya dibandingkan kehidupan nyatanya.
Menurut Nurani Soyomukti dalam buku memahami filsafat cinta “orang seperti itu bisa dikatakan terlalu peduli pada dunia yang dia buatnya karena ia merasa dunia nyatanya tidak memperhatikannya”. Dengan kata lain ia lebih nyaman dengan fantasi yang ia buat, sehingga dia melupakan orang-orang yang nyata dalam kehidupannya.
Orang seperti ini selalu menutup dirinya dari orang-orang yang ingin mendekatinya atau orang-orang yang ingin mengenalinya lebih dalam, bisa dibilang orang ini sulit membuka dirinya dengan orang lain sehingga dia sulit mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi dalam dirinya, kehidupanya itu damai tapi gersang kita melihat dia tenang tapi dalam dirinya begitu rapuh, lantaran sulitnya ia mengungkapakan masalah yang sedang ia hadapi. Seseorang yang sulit berkomunikasi dengan orang lain bisa dibilan autis, seperti yang dikatakan Nurani Soyomukti “ganngguan komunikasi dalam anak autis adalah gangguan komunikasi dengan orsng lain(interpersonal), dan bukan dengan dirinya. beberapa ciri dalam hal komunikasi pada anak autis antara lain :
·         Perkembangan bahasa yang lambat;
·         Terlihat seperti memiliki masalah pendengaran dan tidak memerhatikan apa yang dikatakan oleh orang lain;
·         Jarang berbicara;
·         Sulit untuk di ajak bicara;
·         Kadang bisa mengatakan sesuatu, namun hanya sekedar saja;
·         Perkataan yang disampaikan tidak sesuai dengan pertanyaan;
·         Mengeluarkan bahasa yang tidak dipahami oleh orang lain;
·         Meniru perkataan atau pembicaraan orang lain (echolalia);
·         Dapat meniru kalimat atau nyanyian tanpa mengerti maksudnya;
·         Suka menarik tangan orang lain bila meminta sesuatu;
·         Sering menghindari kontak mata dan sering menghindar dari pandangan orang lain; dan
·         Tidak suka bermain dengan temannya dan sering menolak ajakan mereka; suka memisahkan diri dan suka duduk memojok. Nurani Soyomukti (2010)

4.                  Komunikasi terbuka vs tertutup dan Langsung vs tidak Langsung

Komunikasi bisa terbuka atau tertutup dan langsung atau tidak langsung (Epstein, Bishop, Ryan, Miller, & Keitner, 1993). Komunikasi yang terbuka terjadi ketika pesan yang diucapkan dengan jelas dan isi yang mudah dimengerti oleh anggota keluarga lainnya. Komunikasi tertutup terjadi ketika pesan tersebut membingungkan atau samar.
Komunikasi adalah langsung jika orang berbicara adalah orang untuk siapa pesan ini ditujukan. Sebaliknya, komunikasi tidak langsung jika pesan tidak ditujukan kepada orang untuk siapa itu ditujukan.
Epstein et al. (1993) telah mengidentifikasi empat gaya berikut komunikasi.
1.      Terbuka dan langsung :  Komunikasi Jelas dan langsung komunikasi adalah bentuk yang paling sehat komunikasi dan terjadi ketika pesan dinyatakan dengan jelas dan langsung ke anggota keluarga yang sesuai. Contoh dari gaya komunikasi ini adalah ketika seorang ayah, kecewa tentang anaknya gagal untuk menyelesaikan tugas nya, menyatakan, “Nak, aku kecewa bahwa Anda lupa untuk mengambil sampah hari tanpa saya harus mengingatkan Anda.”
2.      Terbuka dan Tidak Langsung Komunikasi  :  Dalam gaya kedua dari komunikasi, pesannya jelas, tetapi tidak diarahkan kepada orang untuk siapa itu ditujukan. Menggunakan contoh sebelumnya, sang ayah mungkin berkata, “Ini mengecewakan ketika orang lupa untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka.” Dalam pesan ini anak mungkin tidak tahu bahwa ayahnya adalah mengacu kepadanya.
3.      Komunikasi Tidak Jelas dan langsung   :    Komunikasi tidak jelas dan langsung terjadi ketika isi pesan tidak jelas, tetapi diarahkan ke anggota keluarga yang sesuai. Sang ayah dalam contoh kita mungkin mengatakan sesuatu seperti, “Nak, orang hanya tidak bekerja sekeras mereka dulu.”
4.      Komunikasi Tidak Jelas dan Tidak Langsung   :   Komunikasi tidak jelas dan tidak langsung terjadi ketika kedua pesan dan si penerima tidak jelas. Dalam hubungan keluarga yang tidak sehat, komunikasi cenderung sangat tertutup dan tidak langsung. Contoh dari jenis komunikasi ini mungkin menjadi ayah yang menyatakan, “Para pemuda saat ini sangat malas.”

5.                  Perbedaan Sikap Tertutup dan Terbuka pada Manusia
Sikap terbuka (open mindedness) amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi yang efektif. Lawannya: dogmatisme. Mari kita lihat bagaimana karakteristik orang yang bersikap terbuka dikontraskan dengan karakteristik orang tertutup (dogmatis) yang saya ramu dari buku Psikologi Komunikasi – nya Jalaluddin Rahmat, dalam daftar berikut ini.
a.      Sifat Orang Yang Terbuka
Pertama, seorang yang bersifat terbuka biasanya menilai pesan secara obyektif, dengan menggunakn data dan keajegan logika. Kedua, orang terbuka rata-rata lebih mampu membedakan sesuatu dengan mudah, mampu melihat nuansa-nuansa. Ketiga, orang yang bersifat terbuka lebih banyak berorientasi pada isi (content) ketimbang orangnya, bungkus atau polesan-polesannya. Keempat, orang ini mau mencari informasi dari berbagai sumber, tidak hanya puas dengan satu nara sumber. Kelima, ia lebih profesional dan bersedia tanpa malu-malu dan tanpa khawatir bersedia untuk mengubah kepercayaannya, keyakinannya, pendapatnya, jika memang itu terbukti salah.Pojok Pedia
b.      Sifat Mereka Yang Tertutup
Pertama, ia suka menilai pesan berdasarkan motif pribadi. Orang dogmatis tidak akan memperhatikan logika suatu proposisi, ia lebih banyak melihat dan membaca sejauh mana proposisi itu sesuai dengan dengan dirinya. Argumentasi yang obyektif, logis, cukup bukti akan ditolak mentah-mentah. “Pokoknya aku tidak percaya” begitu sering diucapkan orang dogmatis. Setiap pesan akan dievaluasikan berdasarkan desakan dari dalam diri individu (inner pressures). Rokeach menyebut desakan ini, antara lain, kebiasaan, kepercayaan, petunjuk perseptual, motif ego irasional, hasrat berkuasa, dan kebutuhan untuk membesarkan diri. Orang tua dogmatis sukar menyesuaikan dirinya dengan perubahan lingkungan.
Kedua, cara berpikirnya simplistis. Bagi orang dogmatis, dunia ini hanya hitam dan putih, tidak ada kelabu. Ia tidak sanggup membedakan yang setengah benar setengah salah, yang tengah-tengah. Baginya kalau tidak salah, ya benar. Tidak mungkin ada bentuk antara. Dunia dibagi dua: yang pro-kita dimana segala kebaikan terdapat, dan kontra-kita dimana segala kejelekan berada.
Ketiga, lebih banyak berorientasi pada sumber. Bagi orang dogmatis yang paling penting ialah siapa yang berbicara, bukan apa yang dibicarakan. Ia terikat sekali pada otoritas yang mutlak. Ia tunduk pada otoritas, karena seperti umumnya orang dogmatis ia cenderung lebih cemas dan mempunyai rasa tidak aman yang tinggi. Keempat, kalau ia mencari informasi ia akan mencari dari sumber-sumbernya sendiri. Orang-orang dogmatis hanya mempercayai sumber informasi mereka sendiri. Mereka tidak akan meneliti tentang orang lain dari sumber yang lain. Pemeluk aliran agama yang dogmatis hanya mempercayai penjelasan tentang keyakinan aliran lain dari sumber-sumber yang terdapat pada aliran yang dia anut.
Kelima, secara kaku mempertahankan dan membela sistem kepercayaannya. Berbeda dengan orang terbuka yang menerima kepercayaannya secara provisional, orang dogmatis menerima kepercayaannya secara mutlak. Orang dogmatis kuatir, bila satu butir saja dari kepercayaanya yang berubah, ia akan kehilangan seluruh dunianya. Ia akan mempertahankan setiap jengkal dari wilayah kepercayaanya sampai titik darah penghabisan.
Dan yang terakhir, ia tak mampu membiarkan inkonsistensi. Orang dogmatis tidak tahan hidup dalam suasana inkonsisten. Ia menghindari kontradiksi atau benturan gagasan. Informasi yang tidak konsisten dengan desakan dari dalam dirinya akan ditolak, didistorsi, atau tidak dihiraukan sama sekali.
Nah, agar komunikasi interpersonal yang kita lakukan melahirkan hubungan interpersonal yang efektif, dogmatisme harus digantikan dengan sikap terbuka. Tentu, bersama-sama dengan sikap percaya dan sikap sportif. Sikap terbuka mendorong timbulnya saling pengertian, saling menghargai, dan yang paling penting saling mengembangkan kualitas hubungan kita sendiri.
6.      Efektifitas Komunikasi Dengan Anak Yang Menutup Jati Diri
Harus juga bisa menjadikan seseorang terbangun untuk mengenal dunia  luarnya. Dan ini dikarenakan komunikasi merupakan modal besar dalam meraih cita cita dari siapapun yang ingin sukses. Lalu bagaimana dengan anak yang jati diri? Bisakah anak jati diri bisa berkomunikasi secara efektif?
Akan halnya, mendapati anak yang tidak terbuka atau cenderung pendiam dan tertutup (introver) terkadang membuat orang tua, guru, bahkan teman-temannya keki. Diajak ngobrol, diam. Didiamkan, tambah diam. Serba salah dan bingung. Biasanya akan semakin membingungkan ketika si anak introver ini mendapatkan masalah, baik di sekolah maupun di rumah.
Penanganannya terasa lebih sulit dibandingkan menangani masalah anak-anak yang lebih ekspresif dan terbuka. Banyak penyebab mengapa anak-anak introver tidak mau berkomunikasi secara terbuka dengan orang lain, di antaranya:
1.      Ada ketakutan bahwa orang lain tidak akan mengerti dia. 
2.      Perasaan tidak ingin merepotkan orang lain dengan permasalahannya.
3.      Malu mengutarakan perasaannya. Takut orang lain akan mentertawakannya.
4.      Merasa mampu menyelesaikan masalah sendiri.
5.      Takut dicap bermasalah bila menceritakan masalahnya kepada orang lain.
6.      Tidak tahu bagaimana cara mengutarakan perasaannya.
Bila mau berkomunikasi dengan anak introver, kita harus mempunyai urat sabar yang sangat panjang. Kita harus rela menjadi pengamat yang baik. Ketika anak introver ini sudah mulai terbuka, kita harus menjadi pendengar yang sangat setia. Bila tidak, maka biasanya anak introver ini tidak akan percaya lagi dengan kita. Dia akan semakin menjadi pendiam dan tertutup.
Teknik yang dipakai untuk mendapatkan komunikasi yang efektif dengan anak introver, antara lain:
1.      Ajaklah si anak menggambar. Anda pun ikut menggambar. Lakukan aktivitas ini bersama-sama sehingga ketika Anda bertanya tentang apa yang dia gambar, pancinglah dia untuk bertanya juga tentang apa yang sedang Anda gambar. Hal ini akan membuat dia nyaman dan merasa bahwa diapun bisa dan boleh bertanya.
2.      Perhatikanlah goresan-goresan tangannya. Mulailah bertanya dari setiap gambar yang ada. Buatlah pertanyaan itu menuntun ke arah permasalahan yang sedang dihadapi oleh sang anak. Bila dirasa sulit untuk memancing pertanyaan, Anda bisa mulai bercerita sedikit tentang gambar yang Anda buat.
3.      Suruhlah si anak untuk membuat cerita dari gambar yang sudah dibuatnya tadi. Bila si anak tidak bisa membuat cerita, suruhlah ia untuk membuat puisi tentang gambar tersebut. 
4.      Bila perlu buatlah gambar tandem. Anda berdua menggambar pada bidang yang sama dan mulai komunikasi mau menggambar apa. Agar anak tidak merasa menjadi objek, terkadang Anda yang mengambil inisiatif mau manggambar apa. Lalu, mulailah membuat cerita sesistematik mungkin sehingga membuat anak tanpa sadar menceritakan masalah yang sedang dihadapinya.
5.      Selain menggambar, ajaklah anak jalan-jalan. Lalu mulailah pembicaraan tentang apa yang sedang dilihat atau berilah keterangan sedikit tentang lingkungan di sekitar. Setelah itu, tanyakan apa pendapat anak mengenai tempat tersebut.
6.      Aktivitas berenang, main game bersama, atau mengikuti kebiasaan si anak introver, bisa juga menjadi awal membuka percakapan.
Dari poin-poin di atas, Anda akan memperoleh efektifitas komunikasi saat berinteraksi dengan anak introver.
a.      Pahami Jati diri bukan Beban Bawaan
Menutup jati diri sering disalahpahami menjadi antisosial. Meskipun istilah 'menutup diri' dan 'antisosial' digunakan secara sinonim, mereka berbeda dalam maknanya. Dalam rangka untuk membantu anak jati diri membuat teman-teman di sekolah, adalah penting untuk memahami sifat dasar mereka.
Beberapa anak merasa sangat mudah untuk membuat teman-teman, membuat keramaian dan menemukan cara untuk bergaul. Anak ekstrovert tidak perlu banyak usaha. Sebaliknya, beberapa anak memilih untuk membaca buku, bermain sendiri, menonton TV dan bermain game sendirian daripada lebih bersosialisasi dengan orang lain.
Yang terakhir itu sebenarnyatidak menjadi pemalu, tapi mereka hanya memiliki preferensi sosial yang berbeda. Tindakan isolasi sukarela menjadi tantangan terbesar bagi yang jati diri dalam membuat sendiri suatu suasana akrab dengan teman-teman nya. Namun, jika sifat-sifat yang diubah pada usia yang lebih muda, itu akan membantu anak Anda pada ke depannya.
b.      Mencoba Membuka Komunikasi
­Titik awal dari segala jenis sosialisasi adalah pembicaraan kecil.  Ini adalah cara melampaui saat awal kecanggungan dan percakapan mencolok. Dengan anak-anak, yang dibutuhkan adalah belajar ucapan sederhana 'apa kabar untuk memulai pembicaraan kecil. Namun, untuk anak jati diri, membuat langkah komunikasi pertama sangat mengerikan. Mengajar anak Anda beberapa trik sederhana dari dan komunikasi efektif melalui obrolan ringan adalah awal yang baik untuk membantu dia menemukan teman-teman di sekolah baru. Salam teman sekelas dengan senyum, sederhana 'halo' atau berharap dibantu guru adalah cara yang baik untuk membuat pembicaraan kecil.
c.       Bermain
Setelah Anda telah memperkenalkan anak Anda untuk sekedar belajar basa basi, penting juga untuk menunjukkan penerapannya. Berlatih dengan tetangga Anda, teman-teman, di rumah dan dengan kerabat adalah awal yang baik untuk membuat anak Anda berbicara di depan umum. Role play adalah ide bagus untuk membujuk anak Anda untuk keluar dari tempurngnya sendiri.
Buat skenario dari 'hari pertama sekolah' di rumah, dimana anggota keluarga lainnya harus berpura-pura menjadi teman sekelas dan guru baru. Berikan waktu anak Anda untuk menilai situasi dan mengasimilasi gagasan mendekati orang asing. Berlatih tindakan dalam simulasi membantu dalam menangkap teknik dan membangun kepercayaan diri.
d.      Mendorong Hobi dan Minat
Rasa ingin tahu anak Anda untuk mengeksplorasi, belajar dan menyempurnakan hal-hal baru adalah aset terbesar Anda dalam membantu dia  membuat teman-teman baru di sekolah. Mendorong anak jati diri menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seperti kompetisi tari, paduan suara, kelas melukis, pesta kostum, hari ulang tahunan dan olahraga akan mengekspos anak Anda bergaul dengan beberapa anak dari berbagai latar belakang dan dari berbagai usia.
e.       Berharap Teman Baik
Beberapa anak-anak cenderung membuat banyak teman-teman, sementara beberapa yang selektif tentang diri mereka. Seorang anak yang jati diri cenderung menjadi yang terakhir, karena mereka lebih memilih berkawan hanya beberapa teman.
Anak Jati diri lebih memilih beberapa teman dekat, yang bisa sejalan dalam pemahaman dan sama sama mirip dengan sifat bawaan mereka bersama. Memiliki lingkaran teman-teman erat lebih penting untuk anak jati diri, daripada memiliki segerombolan teman-teman dan kenalan di sekelilingnya. Setelah anak Anda menemukan beberapa teman, jangan mendorong lebih lanjut. Berikan waktu anak Anda dan memungkinkan dia punya kebebasan menjudge sendiri dalam membuat persahabatan. Membantu anak jati diri dalam konteks  efektifitas komunikasi adalah, membuat teman-teman di sekolah dapat tampak seperti kulit kacang yang keras namun bisa dipecahkan dengan sedikit keberanian. Dibutuhkan banyak kesabaran dan pengertian sebagai orang tua untuk mendorong anak Anda untuk masuk ke dalam lingkaran sosial. Meskipun memiliki teman, anak jati diri masih akan memilih aktivitas penyendiri selama bermain di luar. Sambil membantu anak Anda membuat teman-teman, sangat penting bahwa Anda hanya mendorong dan tidak memaksa. Menjadi empati terhadap kecenderungan bawaan anak Anda, adalah penting.


D.    KESIMPULAN
Jadi kita telah samapai pada bagian akhir, karena inilah saatnya untuk melihat kembali bagian pengantar dari artikel ini, bagaimana kita mulai melakukan pendekatan melaui komunikasi antarpribadi.
Fokusnya pada peranan komunikasi didalam membuat dam memelihara nilai-nilai dan pada bagian dan pada bagian nilai-nilai tersebut bisa membuat komunikasi memiliki makna. Ketertarikan Saussure dan Peirce pada sifat dasar tanda itu sendiri bukan pada bagaimana tanda ditransmisikan, menunjukan perubahan focus pembahasan. Artikel ini tidak memiliki konsep kegagalan komunikasi dan tidak terlalu memikirkan efisiensi dan akurasi.
Untuk berkomunikasi dengan seseorang yang menutup jati dirinya kita harus memahami apa sebenarnya yang membuat seseorang menutupi jati dirinya yang sesungguhnya. Kita juga perlu mengetahui cara mendekati orang yang berprilaku seperti itu, kita harus memiliki wawasan yang luas agar dalam melakukan hubungan komunikasi dengan objek kita tidak kehabisan bahan pembicaran.
Jika kita sudah melakukan pendekatan seperti itu, kemudisn kita melakukan komunikasi secara interaktif kedalaman dan keluasan pembahasan secara pribadi agar dapat mengetahui lebih banyak tentang kepribadian objek tersebut.


DAFTAR PUSTAKA
John Fiske (2012) Pengantar Ilmu Komuniksi, Jakarta : Rajawali pers
Prof. Drs. H.A.W. Widjaja (2008) komunikasi & hubungan masyarakat, Jakarta : Bumi Aksara
Nurani Soyomukti (2008) memahami filsafat cinta, Surabaya : Prestasi-pustaka
Nurani Soyomukti (2010) Pengantar Ilmu Komunikasi, Jogjakarta : ar-rizz-media
Najib al-kailani (2007) Ketika cinta bersujud, Jakarta : Zikrul hakim

Rabu, 22 Mei 2013

“IBU”



Sejauh apapun aku pergi
Sejauh apapun aku melangkah
Dan sejauh apapun aku berada
Tak sedetik pun aku bisa berhenti memikirkan
Sosok orang yang selalu memberiku motivasi dalam setiap langkah
My mom
Dialah Ibu
Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir ini
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah
Ibu yang selalu ada utukku
Ibu yang selalu mendoakanku
Dan ibulah yang selalu memberiku semangat
Disaat aku terjatuh dan terpuruk
Ibu dirimu sangat berharga dalam hidupku
Kau  tak pernah lelah menasehati anakmu ini disaat berada dalam keterpurukan
Ibu kau adalah inspirasi terhebat dalam hidupku
Ibu kau adalah matahariku
Ibu kau adalah sosok yang takan tergantikan
Ibu adalah mata air cinta
kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi
Doakan aku agar aku bisa melawan kerasnya hidup ini



luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com