Selasa, 18 Desember 2012

Makalah psikologi



10




BAB I Persepsi

Pengertian persepsi

            Pesepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasilkan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka. Perilaku individu seringkali didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan, bukan pada kenyataan itu sendiri.
Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi
            Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi antara lain harapan pengalaman masa lalu, dan keadaan psikologis yang mana mengciptakan kumpulan perceptual. Selain hal tersebut masih ada beberapa hal yang mempengaruhi persepsi, yaitu :
1.      Yang paling berpengaruh terhadap persepsi adalah perhatian, karena perhatian adalah proses mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran, pada saat stimulus lainnya melemah. Dalam stimulus mempunyai sifat-sifat yang menonjol, antara lain intesitas dan pengulangan. Diri orang yang membentuk persepsi itu sendiri. Apa bila seseorang melihat sesuatu dan berusaha memberikan interpretasi tentang apa yang dilihatnya itu, dia dipengaruhi oleh karakteristik individual yang turut berpengaruh seperti sikap kepentingan, minat, kebutuhan, pengalaman, harapan dan kepribadian.
2.      Stimulus yang berupa obyek maupun peristiwa tertentu. Stimulus yang dimaksud mungkin berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya.
3.      Faktor situasi dimana pembentukan persepsi itu terjadi baik tempat, waktu, suasana dll.

Kekonstanan persepsi

            Di dalam pembelajaran persepsi kita perlu juga mengenal tentang kekonstanan persepsi(konsitensi), yaitu persepsi bersifat tetap yang dipengaruhi oleh pengalaman,. Kekonstanan persepsi tersebut meliputi bentuk, ukuran, dan warna. Salah satu contoh kekonstanan persepsi, yaitu ketika meminum susu ditempat yang gelap maka kita tidak akan menyebut warna susu tersebut hitam, melainkan kita akan tetap menyebut warna susu adlah putih meski didalam kegelapan warna putih sebenarnya tidak tampak.

Teori persepsi hubungan

            Teori hubungan adalah usaha ketika individu-individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal.
Persepsi selektif
            Persepsi selektif adalah menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dan sikap seseorang.
Efek halo adalah membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik. Ketika membuat kesan umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik, seperti kepandain, keramahan, atau penampilan, efek halo sedang bekerja.

Pembedaan dengan Sensi

            Istilah persepsi sering dikacaukan dengan sensasi. Sensasi hanya berupa kesan sesaat, saat stimulus baru diterima otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya dan ingatan-ingatan yang baru berhubungan dengan stimulus tersebut. Misalnya meja yang terasa kasar, yang berupa sensasi dari rabaan meja. Sebaliknya persepsi memiliki contoh meja yang tidak dapat dipakai menulis, saat otak mendapat stimulus rabaan meja, yang kasar, pengelihataan atas meja yang banyak coretan, dan kenagan dimasa lalu saat memakai meja yang mirip lalu tulisan mejadi enak.

Jenis-jenis persepsi

            Proses pemahaman terhadap rangsangan atau stimulus diperoleh oleh indera menyebabkan persepsi menjadi berbagai jenis.
1.      Persepsi visual
Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan. Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan memengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. Persepsi visual adalah pokok utama dari bahasan persepsi secara umum, sakaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari. Persepsi kaum muslim harus mengacu pada Al-Qura’an dan As-sunnah, ini yang kemudian disebut Islamic wordview.
2.      Persepsi auditori
Persepsi auditori didapatkan dari indera pendegaran yaitu telinga.
3.      Persepsi perabaan
Persepsi pengerabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit.
4.      Persepsi penciuman
Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung.
5.      Persepsi pengecapan
Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.

BAB II Fantasi

Pengertian Fantasi

            Fantasi adalah yang berhubungan dengan khayalan atau dengan sesuatu yang tidak benar-benar ada dan hannya hannya ada dalam benak atau fikiran saja. Kata lain untuk fantasi adalah imajinasi. Fantasi bisa juga merupakan sebuah genre yang menggunakan bentuk sihir dan supranatural sebagai salah satu element plot, tema dan seting dalam sebuag film. Genre fantasi secara umum dibedakan dengan genre sains fisika yang lebih bertemakan ilmiah dan horror tentang hal yang mengerikan. Fantasi bisa terjadi yaitu karena :
1.      Secara disadari, yaitu apabila individu betul-betul menyadari akan fantasinya, misalnya seorang pelukis yang sedang menciptakan lukisan dengan imajinasinya.
2.      Secara tidak disadari, yaitu apabila individu tidak secara sadar telah dituntun oleh fantasinya, hal sperti ini banyak dijumpai pada anak-anak.

Macam-macam fantasi

1.      Fantasi yang menciptakan, yaitu merupakan bentuk atau jenis yang menciptakan sesuatu, missal, perancang busana menciptakan model pakaian.
2.      Fantasi yang dituntun atau yang dipimpin, yaitu merupakan bentuk atau fantasi di tuntun oleh pihak lain, missal, orang akan berfantasi kalau mendengarkan suatu berita.
3.      Fantasi yang mendeterminasi, yaitu cara orang berfantasi dengan mendeterminasi terlebih dahulu, artinya dalam berfantasi itu sudah ada semacam skema tertentu, lalu diisi dengan gambaran lain. Missal, anal kecil yang tidak tau bentuk harimau, maka akan dijelaskan bahwa bentuk harimau itu seperti kucing yang bentuknya besar.
4.      Fantasi yang mengkombinasi, yaitu orang yang berfantasi dengan cara mengkombinasi pengertian-pengertian atau bayangan-bayangan yang ada pada individu bersangkurtan.

Nilai-nilai Fantasi

1.      Fantasi memungkinkan orang menempatkan diri dalam hidup kepribadian orang  lain, dengan demikian maka dia dapat memahami sesame manusia.
2.      Fantasi yang memungkinkan orang untuk melayani sifat-sifat kemanusian pada umumnya.
3.      Fantasi yang memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari ruang dan waktu.
4.      Fantasi yang memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari kesukaran yang dihadapi, melupakan kegagalan-kegagalan dimasa lampau.
5.      Fantasi yang memunkinkan orang untuk menyelesaikan konflik rill secara imajiner.
6.      Fantasi yang memungkinkan orang untuk menciptakan sesuatu yang dikejar, membentuk masa depan yang ideal dan berusaha merelasasikan.
Bayangan fantasi berbeda dengan bayangan persepsi. Bayangan persepsi merupakan hasil persepsi, sedangkan bayangan fantasi merupakan hasul dari fantasi, dengan kekuatan fantasi orang dapat menjangkau kedepan. Keburukannya ialah dengan fantasi orang dapat meninggalkan alam kenyataan, lalu masuk ke dalam alam fantasi. Fantasi juga dapat menimbulkan kedustaan, dll.

BAB III Ilusi

Pengertian Ilusi

            Ilusi bersal dari bahasa latin yaitu illusion yang berarti cemooh, illudere yang berarti mencemohkan, manggaburkan, dan menyesatkan. Ilusi merupakan keadaan salah tafsir dari indera terhadap ransangan suatu objek atau pengamatan yang tidak sesuai dengan pengindraan. Misalnay ilusi optic, tidak lain merupakan tipuan mata pada saat melihat benda. Jadi seolah-olah mata tersesat dalam mengamati suatu objek, karena mata bukanlah alat pengguna yang baik. Ilusi juga bisa berarti tidak dapat dipercaya atau palsu. Ilusi juga dapat berarti sesuatu yang ada hanya dalam angan-angan atau dengan kata lain adalah khayalan. Bagian-bagian dari ilusi adalah halusianasi, khayalan, fantasi, delusi dan asosiasi. Bahasa inggris untuk kata ilusi adalah iilusion.

Jenis-jenis ilusi

1.      Ilusi Fisiologi
Ilusi fisiologis, seperti yang terjadi pada aftermages atau kesan gambar yang terjadi setelah melihat cahaya yang sangat terang atau meliaha pola gambar tertentu dalam waktu lama. Ini diduga merupakan efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat ransangan tertentu secara berlebihan.
2.      Ilusi Kognitif
Ilusi kognitif diasumsikan terjadi karena anggapan fikiran terhadap sesuatu diluar. Pada umumnya ilusi kognitif dibagi menjadi ilusi ambigu, ilusi distorsi, ilusi paradox dan ilusi fiksional.
Pada ilusi ambigu, gambar atau objek bisa ditafsirkan secara berlainan. Contohnya adalah kubus Necker dan vas Rubin. Pada ilusi distorsi, terdapat distorsi ukuran panjang atau sifat kurya (lurus lengkung).

BAB IV Memori

Pengertian Memori

            Secara etimologi, memori atau memory (inggris), memoire (Prancis) adalah keberadaan tentang pengalaman masa lampau yang hidup kembali, catatan yang berisi penjelasan, alat yang dapat menyimpan dan merekan informasi. Memori juga berarti ingatan yang mempunyai arti lebih luas yaitu :
1.      Apa yang diingat, yang terbayang dipikiran sepanjang ingatan.
2.      Alat atau daya batin untuk mengingat dan mnyimpan sesuatu yang pernah diketahui (dipahami atau dipelajari).
3.      Pikiran, dalam arti angan-angan, kesadaran.
Apa yang terbit dihati, seperti niat atau cita-cita. Ilmu Psikologi mendefinisikan memori sebagi sebuah proses pengkodean, penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi (retrieval) oleh manusia denorganisme lainnya. Pengkodean berkaitan dengan presepsi awal dan pengenalan. Menurut perspektif Psikologi terutama Psikologi kognitif bahwa memori atau ingatan ialah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan dan memproduksi kesan-kesan. Jadi 3 unsur dalam perbuatan ingatan yaitu : menerima kesan-kesan, menyimpan dan memproduksi. Dengan adanya kemampuan untuk mengigat pada manusia ini berarti ada suatu indikasi bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkn kembali dari suatu yang pernah dialami.

Teori-Teori Momori

            Teori yang paling banyak diterima para ahli adalah teori tentang 3 proses memori, yaitu : Teori enconding, yaitu pengkodean terhadap apa yang dipresepsi dengan cara mengubah menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organism. Jadi enconding merupakan suatu proses mengubah sifat suatu informasi kedalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organism.  Proses ini sangat mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam memori. Proses pengubah informasi ini dapat terjadi dengan dua cara, yaitu : Tidak sengaja, yaitu apa bila hal-hal yang diterima oleh inderanya dimasikan dengan tidak sengaja memasukan pengalaman dan pengatuhan kedalam ingatannya. Berdasarkan beberapa penelitian, ternyata ada perbedaan kemampuan pada individu yang satu dengan individu yang lain dalam memasukan informasi yang diterimanya.

BAB V Berpikir

Pengertian Berpikir

            Erpikir adalah tingkah laku menggunakan ide untuk membantu seseorang berpikir.
Macam-macam kegitan berpikir dapat kita golongkan sebagai berikut :
1.      Berpikirasosiatif, yaitu proses berpikir dimana suatu ide merangsang timbulnya ide lain. Jalan pikiran dalam proses berpikir asosiatif tidak ditentukan atau diarahkan sebelumnya, jadi ide-ide muncul secara bebas.

Jenis-jenis Berpikir Asosiatif

a.       Asosiasi bebas, suatu ide akan menimbulkan ide mengenai hal lain, tanpa ada batasnya. Misalnya, ide tentang makan dapat merangsangnya ide tentang restoran dapur, nasi atau anak yang belim sempat diberi makan atau hal lain.
b.      Asosiasi terkontrol, satu ide tertentu menimbulkan ide mengenai hal lain dalam batas-batas tertentu. Misalnya, ide tentang membeli mobil, akan merangsang ide-de lain tentang harganya, pajaknya, pemeliharannya, mereknya, atau modelnya, tetapi tidak merangsang ide tentang hal-hal lain duluar itu seperti peraturan lalulintas, polisi lalu lintas, mertua sering meminjam barang-barang, piutang yang belum ditagih, dsb.
c.       Melamun, yaitu menghayal bebas, sebab-sebabnya tanpa bats, juga mengenal hal-hal yang tidak realistis.
d.      Mimpi, ide-ide tentang berbagai hal yang timbul secara tidak disadari pada waktu tidur. Mimpi ini kadang-kadang terlupakan pada waktu terbangun, tetpai kadang-kadang masih diingat.

BAB VI Emosi dan Perasan

Pengertian

            Emosi dan perasaan (emotion & feeling). Keduanya digunakan secara tumpang tindih dalam percakapn seharian. Ketika seorang bertanya pada orang lain apa yang dia rasakan ketika dihianati pacarnya, jarang orang bertanya, “bagaimana emosimu?”, kebanyakan akan bertannya “bagaimana perasaanmu?”. Dalam bahas sehari-hari, kata emosi memang sangat jarang digunkan. Kata perasaan lebih umum digunakan. Perasaan mengandung adanya suatu perasaan subjektif. Apa yang dirasakan satu orang dengan orang lain re;atif sulit untuk dibandingkan. Hannya diri sendiri yang bisa mengalami perasaan yang muncul. Oleh sebab itu disebut pengalaman subjektif. Misalnya, Anda merasa damai, maka Anda sendiri yang menggalaminya. Rasa damai yang dirasakan oleh orang lain bisa saja berbeda kadarnya.
            Kebanyakan orang berpikir bahwa emosi adalah satu jenis perasaan. Sesuatu dianggap emosi tatkala seseorang merasakan perasaan tertentu, terutama marah. Selain marah, perasaan lain yang kerap dianggap sebagai emosi misalnya adalah cinta, sedih, bahagia, dan cemburu. Orang akan menggatakan David sedang emosi ketika ia sedang marah (ia begitu ‘emosi’ tahu pacanya makan malam dengan orang lain), atau cinta (emosinya begitu mendalam pada kekasihnya). 

Gejala-gejala Emosi

1.      Kekutan emosi, adalah kemampuan untuk kuat”menekan” perasaan, melibatkan intoleransi emosi dan perasaan dalam diri kita dan orang lain. Tingkat kekuatan emosi diukur dengan beberapa banyak atau seberapa sering kita bertindak. Semakin banyak tindakan atau ekspresi fisik, maka emosi akan semakin kuat. Misalnya, ketika seseorang merasa bahagia karena memenagkan lotre atau uang undian, lantas dia bernyayi-nyayi dan menari tanpa mempedulikn orang disampingnya. Maka, tingkat kekuatan emosinya dikatakan kuat dibandingkan orang yang hannya diam padahal dia sedang merasa senang.
2.      Gangguan emosi, seseorang akan disebut mengalami gangguan emosi jika keadaan emosi yang dialaminya menimbulkan gangguan pada dirinya. Baik emosi yang dialami terlalu kuat (misalnya sangat sedih), tidak ada emosi yang hadir (misalnya tidak merasa bahagia) atau emosinya menimbulkan konflik (misalnya terlalu sering marah). Biasanya, orang yang merasa emosinya terganggu. Misalnya, seorang mengalami emosi tertentu, seperti depresi, kecemasan, dan kemarahan yang terlalu sering atau terlalu kuat .
Pada umunya gangguan emosional berkisar pada persoalan emosi takut dan kecemasan. Takut sebagai reaksi terhadap situasi yang berbahaya dan cemas sebagai antisipasi dn ras takut. Berbagai jenis fobia merupakan emosi takut yang berlebih. Misalnya takut akan tempat tinggi (acrophobia), takut pada tempat terbuka (agoraphobia), takut cahaya dan kilat (astraphobia), takut air (hydrophobia), takut makan (sitophobia), dsb.

BAB IIV Abnormalitas Prilaku

Pengertian

Menurut Supratikanya (1995)merumuskan konsep normal dan abnormal agak susah dikarenakan, sulit menemukan model manusia yang ideal dan sempurna, dalam bnyak kasus tidak adanya batas-batas antara perilaku normal dan abnormal. Dalam keseharian orang normal bisa saja melakukan perbuatan atau mengucapkan perkataan yang tergolong abnormal diluar kesadarannya. Sebaliknya orang abnormal bisa saja melakukan perbuatan atau mengucapkan lisan seperti yang normal terkadang kita salah mengpreseepsikan apakah perbuatan atau perkataan diri sendiri atau orang lain termasuk kriteria normal? Atau abnormal? Oleh sebab itu, diperlukan batas-batas yang membendakan antara normal dan abnormal sehingga kita dapat membedakanya secara jelas.

Definisi Umum

            Sehat adalah keadaan berupa kesejahtraan fisik, mental, dan social secara penuh dan bukan semata-mata berupa absennya atau keadaan lemah tertentu (world Healt Organization-WHO). Karl Meninger, seorang psiketer memberikan rumusan sebagai berikut “kesehatan mental adanya penyesuain manusia terhadap dunia dan satu sama lain dengan keefektifan dan kebahagian yang maksimum. Ia bukan hanya berupa efisiensi atau hanya perasaan puas atau keluwesan dalam mematuhi aturan permainan dengan riang hati. Kesehatan mental mengcangkup itu semua. Kesehatan mental meliputi kemampuan menahan diri, menunjukan kecerdasan, berprilaku dengan meneggang perasaan orang lain dan sikap hidup yang bahagia”.

Ciri-ciri orang Sehat-Normal

            Sikap terhadap diri sendiri, meninjukan penerimaan diri (konsep diri), memiliki jati diri yang memadai (positif), memiliki penilaian yang realistic terhadap berbagai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan tidak dimiliki oleh diri sendiri. Persepsi terhadap realitas, memiliki pandangan yang realistic.


0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com